Senin, 22 April 2013

CARA MEWUJUDKAN MIMPI ANDA JADI PENGUSAHA SUKSES


Setiap pengusaha, terutama bagi yang berkategori pemula, pasti punya mimpi untuk menjadi sukses. Tapi seperti yang sudah pernah disampaikan ribuan kali sebelumnya, baik di situs ini maupun situs lainnya, bahwa sukses itu tidak bisa dengan mudah diraih. Seperti membalikkan telapak tangan. Perlu sejumlah hal yang harus dilakukan secara konsisten dan terus menerus, agar si sukses itu mampir ke tempat
Anda. Berikut kami sampaikan beberapa tips yang harus Anda lakukan untuk meraih sukses.

1. Melangkahlah walau satu langkah, lakukan tindakan yang terkecil untuk bisa mewujudkan impian dan menjadi pengusaha. Misal langkah pertama adalah menuliskan rencana produk/jasa yang akan anda jual. Produk seperti apa yang akan anda jual pertama kali. Atau sederhana saja, langkah pertamanya adalah menelpon orang yang mempunyai produk yang akan anda jual. Dengan langkah pertama ide yang mendorong untuk langkah-langkah berikutnya. Dengan satu langkah itu anda akan merasa sudah memulai bisnis anda.

2. Tidak perlu sempurna, untuk memulai,lakukan yang sederhana saja. Lupakan untuk selalu mulai dengan sempurna. Jika anda ingin yang sempurna maka tidak akan pernah dapat memulai. Misal saja anda ingin membuat usaha pangkas rambut, buka saja langsung, tidak perlu memikirkan untuk mempunyai tempat yang bagus dan sempurna. Juga misalnya, anda ingin membuka toko online, tidak perlu harus yang sempurna dengan membayar programmer yang mahal dan harus dengan tampilan yang cantik, anda bisa memulainya dengan yang murah ataupun gratis dan sederhana seperti dengan wordpress, blog dan lain-lain. Dari memulai seperti ini, akan banyak jalan menuju sempurna. Banyak pihak yang akan memberikan masukan dan mendukung serta membantu langkah anda kelak.

3. Umumkan saja apa yang anda sudah mulai untuk mewujudkan usaha anda. Katakan kepada orang-orang sekitar anda bahwa anda sudah memulai untuk berbisnis, sampaikan ide anda dan tawarkan produk anda. Kadang banyak orang takut untuk memberitahu kepada orang lain tentang ide yang ia miliki karena takut idenya dicuri. Dengan mengatakan kepada orang lain anda akan mendapatkan ide-ide lain untuk melengkapi langkah berikutnya. Dengan langkah ini anda sudah berani untuk memulai usaha.

4. Ikuti seminar, pelatihan, forum di komunitas-komunitas wirausaha, dapatkan manfaatnya untuk bisnis anda, anda akan dapat ilmu dan juga jejaring pertemanan yang saling mendukung. Ilmu yang didapatkan harus segera diterapkan bukan hanya direnungkan atau dipikirkan, tapi benar-benar diterapkan. Jejaring pertemanan yang didapatakan menambah wawasan dari mereka yang sudah memulai dan sukses usaha. Anda dapat belajar banyak dari mereka dan mereka akan senantiasa membantu anda.

5. Jangan sungkan untuk menyampaikan apa yang anda butuhkan. Dengan adanya jejaring pertemanan yang anda miliki, anda kini sudah mempunyai teman yang siap membantu. Setelah berbagi cerita dengan mereka apa yang anda rencanakan dan lakukan, sampaikan juga kepada mereka apa yang anda butuhkan untuk memulai usaha anda. Mereka akan membantu anda sesuai yang mereka sanggupi. Hubungi juga teman-teman anda, apa yang bisa mereka dukung untuk usaha anda. (bn/dari berbagai sumber)

IDE ITU MURAH,EKSEKUSINYA MAHAL ! ! !


Berbekal keinginan untuk memberikan manfaat bagi sebanyak mungkin orang di sekitarnya, Soegianto meninggalkan zona nyamannya sebagai seorang karyawan menuju ranah baru yang lebih sesuai panggilan hatinya: entrepreneurship sosial.

Saat Anda pertama kali menemui Soegianto, yang akrab disapa Soegia, tampak seseorang yang berperangai tenang, tipikal seseorang dengan kepribadian pendiam. Namun jangan salah sangka, saat Anda terus berinteraksi dengannya, Anda akan tahu bahwa anak muda pendiam ini bisa berubah begitu antusias dan banyak bicara bahkan hingga menggebu-gebu saat diajak berbicara mengenai dunia entrepreneurship sosial dan bisnis barunya, sedapur.com.

Sedapur merupakan bisnis baru yang digagas Soetrisno (kakak) dan Soegianto yang baru saja berdiri tahun lalu. Bisnis ini bergerak dalam bidang e-commerce dalam bidang makanan. Menurutnya, e-commerce dalam dunia kuliner memiliki kekhasan sendiri karena Indonesia menyimpan potensi kekayaan kuliner yang begitu tinggi.

Ditemui CiputraEntrepreneurship.com dalam sebuah wawancara di kawasan Casablanca, pendiri Sedapur.com ini tampak asyik dengan ponsel pintar dan tablet PC-nya. Tak heran karena selain memiliki passion dalam dunia kuliner, ia juga mengakrabi teknopreneurship. Berikut adalah cuplikan wawancara yang berlangsung hangat kemarin.

Sedang sibuk dengan kegiatan apa sekarang?
Baru-baru ini kami mengikuti dan menang di Nokia Entrepreneur Fellowship. Kami sebagai pemenang akan mendapatkan peluang untuk berkunjung ke Inggris, untuk mengikuti semacam bootcamp yang diadakan bersamaan dengan “Entrepreneurs Day” di sana. Ini kesempatan bagus karena sejumlah peserta dari Silicon Valley juga akan hadir.

Entrepreneurship sosial (social entrepreneurship) adalah bidang yang Soegia geluti. Menurut Soegia apa itu entrepreneurship sosial?
Pertumbuhan bisnis yang juga membawa ekosistemnya bertumbuh. Jadi tidak hanya tumbuh sendiri menjulang tetapi ekosistemnya juga tumbuh bersamaan. Dan yang paling saya sukai dalam entrepreneurship sosial adalah bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) sudah menyatu dan menjadi urat nadi perusahaan, bukan hanya sebuah bagian kecil dari upaya pemenuhan kewajiban pemerintah dalam bidang sosial. Pertumbuhan bisnis dengan begitu tidak hanya diukur dari jumlah uang yang masuk saja tetapi juga seberapa besar perusahaan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya.

Apa yang membuat mas tertarik menekuni entrepreneurship sosial?
Awalnya saya membaca koran dan saya baca bahwa ada ratusan anak kurang gizi di Jakarta Utara. Saya yang tumbuh dan tinggal di Jakarta merasa hal ini merupakan sebuah tamparan. Bagaimana saya yang tinggal di Jakarta selama bertahun-tahun sejak lahir tidak mengetahui kenyataan menyedihkan yang terjadi di sekitar saya? Saya terpikir untuk memberi makanan pada mereka. Saya terinspirasi oleh ajaran dalam agama saya, bahwa untuk memberikan kontribusi yang nyata dalam masyarakat hanya perlu dilakukan dengan memberdayakan apa yang kita miliki semaksimal mungkin. Meskipun secara logika kita tidak mungkin membantu menyelesaikan masalah orang lain, dengan bantuan Tuhan semua bisa terjadi jika dilaksanakan dengan sepenuh hati.

Bisa Soegia jelaskan apa yang harus dilakukan seorang ibu rumah tangga untuk bergabung dengan Sedapur.com?
Mereka bisa mendaftar di situs sedapur.com atau menghubungi kami via telepon. Kami juga bertindak sebagai konsultan yang berusaha memahami masalah-masalah yang mereka hadapi. Kebanyakan mereka merasa kesulitan dengan pengantaran, produk yang tidak terfoto dengan baik, dan sebagainya. Jika mereka memberikan foto produk yang seadanya, kami akan bantu dengan melakukan foto ulang dengan hasil yang lebih profesional sehingga akan lebih menarik konsumen.

Berapa orang yang ada dalam tim Sedapur.com sekarang ini?
Kami satu admin, 2 marketing consultant, 2 pengembang situs. Setiap industri rumah tangga akan memiliki toko/ gerai di Sedapur.com tetapi sebelum itu akan dibantu agar produknya lebih layak jual di Sedapur. Pendiri Sedapur adalah Soetrisno, saya, Hadiyanto, Jacky Lokan, Adam Jaya Putra dan Didik Wicakasono.

Tentang perpindahan dari fase karyawan menuju entrepreneur, bagaimana Soegia dulu menjalani transisi tersebut?
Sebelum saya menjalankan Sedapur, saya bekerja selama 6 tahun di perusahaan lain. Beberapa tahun lalu saat saya berusia 29 tahun, saya merasa terpanggil untuk mewujudkan impian yang bisa membantu saya di luar dunia pekerjaan sebagai karyawan, saya tidak mau menyesal suatu hari nanti karena tidak sempat mengejar impian itu. Saya saat itu tertarik untuk mengerjakan sebuah proyek sosial, membuat SOP pipa air untuk sebuah daerah di Gunung Kidul. Di sana, di luar tembok kantor saya berusaha memahami apa yang ingin saya kejar dalam hidup.

Yang menarik adalah saya dulu menabung untuk biaya pendidikan S2 saya. Dan kemudian karena saya ingin menekuni usaha ini, saya curahkan semua tabungan itu ke Sedapur. Jadi bisa dikatakan dua tahun saya selama ini di Sedapur setara dengan dua tahun menempuh pendidikan di bangku kuliah formal. Bedanya, saya tidak memiliki gelar akademis layaknya lulusan S2 tetapi saya memiliki sebuah usaha dan saya berhak disebut entrepreneur.

Selain dalam bisnis kuliner, ada bidang lain yang ditekuni?
Selama ini saya suka dengan dunia teknologi bahkan sejak sekolah dasar. Sayang saya tidak bisa mengikuti pendidikan di bidang itu saat kuliah.
Tetapi pada suatu hari kakak saya memberikan sebuah modal usaha. Saya pikir saya akan diberi modal uang, ternyata saya diberi sebuah blog. Kata kakak saya, “Kamu punya visi, tulis di blog agar tidak hilang, dan bisa tersampaikan dan tersebar ke orang lain.” Saya yang saat itu belum tahu apa itu blog dan Wordpress, akhirnya terpaksa belajar mengenai dunia blogging. Hal ini pada gilirannya mendorong saya untuk menjadi seorang teknopreneur.

Pesan untuk mereka yang ingin memulai usaha sendiri?
Yang selama ini saya telah pelajari, saya tahu bahwa ide itu murah. Yang mahal adalah eksekusinya. Teruslah bermimpi. Dan beranikan diri untuk menjadi pengeksekusi, bukan pemimpi.
Buktinya ide Sedapur ini saya pikir adalah ide yang localized, hanya ada di sini. Tetapi setelah saya baca, di luar negeri juga ada usaha semacam ini. Hanya bedanya mereka lebih menjurus ke hasil pertanian, sementara Sedapur lebih fokus ke masakan jadi.
Jadi meskipun kami dan mereka berada di tempat yang berbeda dan memiliki budaya yang berbeda, ide itu bisa sama persis. Yang membedakan hanyalah bagaimana realisasinya. Tidak ada ide yang 100% baru, yang ada hanyalah seberapa maksimal kita mampu mengeksekusinya.

Punyakah Soegia figur entrepreneur yang menginspirasi?
Sosok yang paling dekat yang paling menginspirasi saya adalah ayah dan kakak saya, Soetrisno. Ayah saya adalah wirausahawan yang tangguh, mengalami jatuh bangun beberapa kali dalam krisis-krisis, toh masih terus bangkit. “Kerja bagus saja tidak cukup!” begitu ayah saya selalu katakan. Meski bangga dengan apa yang saya kerjakan sekarang (menjadi entrepreneur), ayah saya awalnya kurang setuju dengan Sedapur karena terlalu idealis dan memikirkan orang lain. Kakak saya sendiri ialah orang yang mencetuskan dan mengajak saya untuk menggarap ide Sedapur ini. Figur entrepreneur inspiratif lainnya ialah Ir. Ciputra.

Apa yang membuat Anda menikmati dunia entrepreneurship?
Dahulu semasa menjadi karyawan, saya tidak pernah atau jarang sekali bertemu dan berbincang-bincang dengan banyak pebisnis hebat. Mereka kemungkinan kecil bisa saya temui karena kesibukan yang begitu menyita waktu. Tetapi justru setelah saya menjadi entrepreneur seperti sekarang, saya menyadari saya justru bisa berkomunikasi dengan mereka lebih leluasa. Saya seperti diantarkan menuju sebuah cakrawala baru dalam hidup. (*/Akhlis)

TIPS WAWANCARA MELAMAR PEKERJAAN

1.Memperkenalkan diri anda

Sekarang, ini adalah klasik emas digunakan pada awal wawancara untuk memecahkan es dan untuk mendapatkan Anda untuk memberi mereka menjalankan awal baik turun dari siapa Anda dan "tersembunyi" karakteristik Anda, ditunjukkan dalam cara Anda menyajikan cerita ini sendiri.
Anda harus menyiapkan 2 sampai 3 menit presentasi yang singkat memperkenalkan diri Anda (di mana Anda dari), kepentingan pribadi (hobi, keterlibatan masyarakat dll), riwayat pekerjaan, dan pengalaman karir terakhir. Yang paling waktu harus dihabiskan di prestasi di dua daerah terakhir.
Pewawancara melihat keluar untuk tiga hal:
Jika Anda mampu untuk memberikan arahan, ringkasan berurutan hidup Anda dan karir yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda wawancara. Jangan mengoceh tanpa tujuan di relevan rincian sepele sekalipun. Jika Anda menemukan diri Anda pada tanda 5 menit berbicara tentang hari-hari sekolah tinggi Anda, Anda adalah cara melenceng!
Gaya percakapan, tingkat kepercayaan diri Anda, kemampuan Anda untuk mengatur dan menyajikan informasi. Sebuah ide dari orang yang Anda berada di belakang gugatan.


2. Mengapa Apakah Anda Ingin Untuk Gabung Perusahaan ini?

OK, sekarang mereka ingin tahu motivasi Anda untuk bergabung dengan perusahaan. Dan ini biasanya di mana mereka dapat membaca yang tersirat dalam jawaban Anda, jadi pikirkan dengan hati-hati saat menjawab.

Pertama, melakukan penelitian Anda pada perusahaan, budaya dan pasar. Tidak pencari kerja cukup melakukan cukup atau APAPUN ini yang nyata tidak-tidak! Pastikan Anda memahami siapa Anda sedang diwawancarai oleh.
Kedua, JANGAN memberi jawaban seperti "Oh, karena tempat yang dingin untuk bekerja!", "Aku suka gaji dan paket manfaat," atau "Teman-teman saya sudah ada dan itu membuat lebih mudah bagi kita untuk hang out bersama-sama. " OK, jadi mungkin aku melebih-lebihkan sedikit, tetapi Anda harus mendapatkan gambar. Jawaban-jawaban ini tampaknya "memberikan-me" berorientasi dan tidak menunjukkan pewawancara bagaimana keahlian dan pengalaman Anda memberikan apa yang diperlukan perusahaan.
Ketiga, DO menunjukkan kepada mereka bagaimana Anda dapat berkontribusi untuk tujuan perusahaan dan bagaimana keahlian dan pengalaman Anda sesuai dengan persyaratan mereka. Gunakan contoh-contoh konkret seolah-olah Anda sudah bekerja di sana. Misalnya, ketika saya mewawancarai dengan JobStreet.com untuk peran Editor, saya menyusun daftar hal-hal yang akan menambah nilai bagi pencari kerja. Demikian pula, jika penelitian menunjukkan bahwa perusahaan sedang berusaha untuk menjadi pemimpin pasar, memberitahu mereka bagaimana pengalaman Anda / keterampilan akan dapat membiarkan Anda berkontribusi untuk menambah pangsa pasar bagi perusahaan.



3. Mengapa Apakah Anda Looking For A New Job?

Hal ini mungkin tampak seperti pertanyaan sederhana untuk menjawab, tapi lihat lagi. Hal ini sangat mudah untuk tergelincir di sini jika Anda tidak siap. Kebanyakan orang mencari pekerjaan lain karena mereka tidak bahagia / puas dengan pekerjaan mereka saat ini. Tapi berkaitan APA dalam cahaya yang negatif pada wawancara adalah bentuk buruk. Kebanyakan pewawancara tidak terlihat begitu banyak untuk alasan kau pergi, tetapi mereka cara Anda menyampaikan respons Anda. Jadi, selalu jujur dan positif. Bahkan jika Anda dipecat dari pekerjaan terakhir Anda, cobalah untuk tetap singkat namun jujur. Jika Anda mulai mengomel tentang betapa atasan / perusahaan mantan Anda adalah majikan yang mengerikan, mereka mungkin berpikir "Apakah dia masih berurusan dengan perasaan pahit atau sedih, atau telah ia mampu untuk memfokuskan energi pada masa depan dan posisi berikutnya? Apakah ia menempatkan jumlah menyalahkan orang lain untuk situasi dia atau apakah dia menerima setidaknya beberapa tanggung jawab untuk itu? " Selanjutnya, sebagian besar penghentian terjadi karena adanya sakit-kesesuaian antara perusahaan dan karyawan, tidak begitu banyak kinerja. Jadi, cobalah untuk mengambil sudut ini. Jika Anda pergi secara sukarela, jangan terpaku pada alasan negatif untuk meninggalkan, dan fokus pada bagaimana Anda dapat berkontribusi lebih baik untuk perusahaan / peran baru Anda.Beberapa contoh jawaban yang akan bekerja di bawah. Tapi sekali lagi, jangan hanya menghafal jawaban ini dan melemparkan mereka keluar lagi tanpa benar-benar jujur. Wawancara pernah bekerja jika Anda mendekati mereka seperti ujian buku.
Saya ingin pindah karir saya dalam arah yang baru. (Pastikan Anda menyebutkan apa ini arah baru.)
Perusahaan saya adalah restrukturisasi dan aku memilih untuk mencari peluang yang lebih baik di tempat lain.
Saya ingin terus mengembangkan keterampilan baru tetapi tidak mampu mengejar ini di perusahaan saya sebelumnya. Saya memutuskan untuk membuat perubahan untuk memungkinkan hal ini terjadi.


4. Apa Jenis Posisi Apakah Anda Cari?

Hindari jawaban samar seperti "Saya ingin pekerjaan yang menarik" atau "Saya ingin mengembangkan keterampilan saya di daerah ini." Ini menunjukkan kurangnya fokus dan motivasi untuk tujuan karir Anda. Sebaliknya, fokus pada posisi yang Anda inginkan dan bagaimana keahlian dan pengalaman Anda dapat membantu Anda menjadi aset dalam posisi itu. Misalnya, "Saya memiliki kemampuan yang kuat untuk berkomunikasi dan memasarkan produk seperti terbukti dalam 2 tahun pengalaman sebagai marketing officer di Universitas / perusahaan A. Saya percaya bahwa saya memahami industri konsumen dan dapat menambah nilai upaya pemasaran perusahaan Anda."


5. Apa yang Anda Pertimbangkan Kekuatan dan Kelemahan Anda?

Ini adalah waktu untuk jujur, tapi jangan pergi ke ekstrem either way. Anda tidak ingin mulai memberitahu mereka bahwa Anda benar-benar mengerikan di pengorganisasian dan tidak pernah bisa tepat waktu. Baik Anda membuat diri Anda menjadi hal terbaik berikutnya sejak irisan roti. Sebaliknya, harus jelas dan ringkas tentang kualitas yang menunjukkan Anda bertanggung jawab untuk etos kerja Anda, tindakan, dan pengalaman belajar (atau kegagalan) pada pekerjaan, masalah-kemampuan pemecahan, dan nilai-nilai.


6. Apa yang Anda Ketahui Tentang Perusahaan kami?

Ini adalah tempat penelitian Anda telah datang di berguna. Ini adalah cara untuk menunjukkan bahwa Anda serius tentang bergabung dengan perusahaan dan cukup termotivasi untuk belajar tentang hal itu sebelum wawancara. Jangan menanggapi dengan mengulangi masing-masing dan setiap fakta yang Anda pelajari tentang perusahaan, karena bisa terlihat arogan dan hafal. Jangan menyebutkan produk utama, pasar dan perkembangan terakhir. Jauhkan hal-hal positif. Juga mencoba untuk menunjukkan keinginan Anda untuk mempelajari lebih lanjut tentang perusahaan dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pewawancara dia / dirinya sendiri.


7. Apa yang Anda Pertimbangkan Medali Terbesar Anda?

Cobalah untuk menyebutkan sekitar 2-3 medali. Ini adalah cara bagi pewawancara untuk mengukur bagaimana Anda berhasil orang / proyek / diri secara sukses - yang dapat diterjemahkan ke dalam bagaimana Anda mungkin dapat berhasil dalam perusahaan jika mereka mempekerjakan Anda. Cobalah untuk memilih satu set prestasi yang memungkinkan Anda untuk menampilkan berbagai kekuatan. Yaitu. Sebuah acara sukses yang Anda tetapkan menunjukkan keterampilan organisasi Anda, berhasil menyelesaikan situasi di tempat kerja yang menunjukkan keterampilan pemecahan dan memberikan laporan penting dalam keadaan sulit yang menunjukkan kemampuan Anda untuk menangani tekanan masalah Anda.


8. Mana Anda Lihat Diri Satu / Lima Tahun Dari Sekarang?

Menanggapi mencerminkan rasa percaya diri dan dorongan untuk mencapai tingkat kerja yang akan dihargai untuk kesuksesan Anda. Nyatakan harapan yang realistis dan mengusulkan rencana nyata di mana Anda berniat untuk pergi dalam perusahaan. Pernah terdengar terlalu percaya diri, takut atau bingung.


9. Apa Jenis Pekerjaan Tugas Apakah Anda Lakukan Dalam Pekerjaan Anda terakhir?

Bersikaplah jujur dan to the point menjawab ini, bahkan jika tugas yang dilakukan tidak sama persis dengan yang dibutuhkan di posisi baru. Namun, juga mengambil kesempatan untuk menyebutkan proyek Anda secara sukarela untuk proyek-proyek khusus yang mengambil di luar lingkup pekerjaan atau posisi yang dipilih diadakan di komite di masa lalu pekerjaan lain / universitas. Titik kunci di sini adalah mencoba untuk memberitahu mereka tentang pengalaman yang diperoleh di daerah yang mungkin relevan dengan posisi baru Anda.


10. Ketika Anda Start A New Job, Bagaimana Anda Membangun Hubungan Baik Dengan Anda Kolega Baru dan Supervisor?

Hal ini penting di sini untuk menjadi antusias dan positif. Katakan kepada mereka bagaimana Anda bekerja dengan baik dengan rekan-rekan masa lalu Anda atau rekan-rekan dalam proyek dll keterampilan Jaringan ini penting agar menunjukkan bagaimana Anda menggunakan Anda di masa lalu Anda untuk manfaat yang baik.Jadi yang membungkus keluar mundur! Intinya adalah, bersiaplah, melakukan penelitian, dan memahami pekerjaan yang Anda sedang diwawancarai dan bagaimana keterampilan Anda / kepribadian / pengalaman sesuai kebutuhan pekerjaan itu. Tutup wawancara dengan pertanyaan terakhir, lulus pada kartu nama Anda jika Anda memiliki satu, mengucapkan terima kasih atas waktu mereka dan memberikan jabat tangan erat sebelum tersenyum dan mengatakan selamat tinggal.Wawancara pertama hanya memimpin ke wawancara kedua atau menawarkan untuk pekerjaan. Tidak semua orang cocok untuk pekerjaan atau perusahaan. Jadi jangan berkecil hati jika Anda tidak menawarkan posisi segera. Jaga dagu Anda dan Anda dingin, dan jangan menyerah pada dirimu sendiri!
Selain itu, hal-hal yang bisa menjadi jauh lebih buruk di wawancara dan Anda bisa mengajukan pertanyaan seperti yang digunakan oleh Goldman Sachs di Amerika Serikat, "Ada delapan bola, salah satunya adalah sedikit lebih berat dari yang lain. Anda memiliki bersenjata dua skala, yang Anda diijinkan untuk menggunakan hanya dua kali. Yang bola lebih berat? " Sekarang di mana buku fisika saya lagi ...

By - Koon Mei Ching

PENAMPILAN WAWANCARA KERJA

Pengalaman dari saudara/i yang telah melakukan wawancara kerja :

1. Roslina Ahmed Tajuddin

Orang-orang yang mengambil bus ke wawancara harus menggunakan parfum untuk menutupi bau keringat. Jika mungkin, membawa pakaian ekstra untuk berubah sebelum sesi wawancara.

2. Norhayati MOHD ALI

Fokus pada melakukan hal yang benar, kemudian melakukan hal yang benar. Ingatlah bahwa bekerja pada tugas-tugas yang tidak pantas tidak berkontribusi terhadap manajemen waktu yang sukses. Buatlah daftar harian "To Do" yang meliputi kegiatan untuk mencapai tujuan mingguan, prioritas dan perkiraan waktu Prioritaskan sebagai berikut:. Prioritas utama (harus dilakukan SEKARANG), perhatian sekunder (harus dilakukan tetapi dapat ditunda atau didelegasikan), kurang penting (dapat ditangguhkan atau TERLUPAKAN). Selalu bekerja pada tugas-tugas prioritas utama pertama, kemudian tugas sekunder Anda. Jika Anda memiliki beberapa waktu tersisa, Anda dapat hadir untuk tugas-tugas prioritas paling Anda.

3. Shanice Ong

Kesan jumlah pertama, sehingga make-up yang tepat adalah penting. Jenis pondasi yang Anda gunakan adalah penting. Anda perlu tahu jenis kulit Anda dan menggunakan landasan yang benar. Orang dengan kulit kering harus menggunakan cairan-jenis pondasi karena Anda tidak ingin kulit Anda menjadi mengelupas saat Anda pergi untuk wawancara. Jangan gunakan pelembab sebelum itu. Untuk menengah atau kombinasi kulit, Anda bisa lebih fleksibel karena Anda dapat menggunakan foundation cair atau bubuk kompak. Tetapi penting untuk menerapkan beberapa pelembab sebelum itu. Adapun jenis kulit berminyak, harap berhati-hati dalam memilih yayasan. Saran saya adalah dengan menggunakan bubuk finish matt daripada foundation cair. Matt finish bubuk memiliki rumus kontrol minyak sehingga Anda akan terlihat berseri-seri. Pewawancara tidak akan ingin melihat calon dengan wajah berminyak. Anda akan mendapatkan beberapa tanda di grooming. Saran terakhir selalu melihat diri sendiri di cermin sebelum masuk ke ruang wawancara, tidak hanya untuk memeriksa perawatan tetapi juga untuk membangun rasa percaya diri Anda sendiri. Selalu memiliki blotters minyak siap untuk menghapus dari minyak yang berlebihan.

4. Rendah Ching Segera

Ketika Anda pergi untuk wawancara, memakai pakaian yang sesuai dengan kesempatan. Ini bukan harga pakaian Anda atau seberapa baik mereka cocok dengan fashion terbaru tetapi penampilan berbeda meluangkan waktu untuk menempatkan mereka bersama-sama adalah apa keuntungan yang Anda hormati dari pewawancara.

5. Awang Abdul Hamid Bin Awang Ibrahim

Selalu memakai sesuatu ceria dan berwarna terang, seperti krim atau cahaya biru, kuning muda atau yang paling sederhana, putih. Jangan pernah memakai warna hitam atau gelap karena orang lain akan menganggap Anda tidak berada dalam suasana hati yang baik.

6. Hummairah Sulaiman

Menjadi seorang pekerja profesional Yang tidak semudah menyebutnya. Andari mesti memiliki kriteria-kriteria Yang Penting: Tidak mempunyai sifat mengalah semasa menjalankan tugasnya Dan sentiasa MENCARI penyelesaian untuk masalah Yang dihadapi. Sentiasa berinisiatif MENCARI Peluang secara Sukarela untuk menyempurnakan Segala tugasan. BEKERJA bersungguh-sungguh untuk mencapai kecermerlangan Dan tidak hanya mengharapkan pangkat kedudukan Dan ganjaran Besar. Sentiasa melaksanakan tanggungjawab sosialnya Tanpa memikirkan keuntungan Diri SENDIRI. Cekap menguruskan Masa istilah lewat, tidak Sempat Dan kurang Masa tidak pernah ADA Dalam, diari Hidup seorang pekerja profesional. Dan jujur ​​amanah, tidak mencuri Gemar Tulang Dan menggunakan tipu Daya ketika menjalankan Tugas. Bermoral Dan bertatasusila, Bijak berurusan Artikel Baru pihak atasan, pelanggan, 'masyarakat UMUM Dan sesiapa Sahaja Artikel Baru Penuh kesopanan Dan kemesraan. Insaf Dan Sedar Diri, sentiasa berpijak di bumi Yang Nyata Dan tidak mudah Lupa Diri apabila disogok Artikel Baru kemewahan Dan kesenangan. Sedar Akan kelemahan Dan kekurangan Diri Dan sentiasa berusaha untuk memperbaiki Diri Bahasa Dari Masa Ke semasa.

9 JURUS JADI PENGUSAHA


Kali ini kami ingin berbagi bekal bagi Anda yang menginginkan untuk membangun sebuah usaha baru alias menjadi pengusaha. Sebagai seorang calon pengusaha, maka Anda harus benar-benar memiliki bekal-bekal yang coba kami paparkan di bawah ini.

Dengan memiliki bekal yang cukup, maka anda akan siap mengarungi samudera dunia usaha yang penuh tantangan dan persaingan.

1. Mulailah dengan sebuah mimpi
Banyak orang takut bahkan berusaha keras untuk tidak bermimpi, apalagi ditengah situasi perekonomian yang terus menghimpit seperti sekarang. Namun, apa yang terjadi? Karena enggan bermimpi untuk besar, maka selamanya jadi orang kecil. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. "A dream is where it all started." Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin."

2. Cintailah produk Anda
Dengan mencintai suatu produk, Anda akan mudah memberikan seluruh kekuatan tenaga dan pikiran untuk mensukseskan produk tersebut. Produk yang Anda cintai akan selalu tampak luar biasa di mata Anda. Dan akibatnya, saat Anda berpromosi kecintaan Anda mampu mempengaruhi orang lain menjadi pembeli potensial Anda.

3. Belajar dan belajar
Banyak pengusaha yang mendapatkan sedikit kesuksesan kemudian enggan belajar dan berkembang. Padahal belajar itu tak mengenal batas. Saat Anda sukses di suatu bidang, maka pelajari lebih dalam bidang tersebut. Jika Anda makin mengenal bidang pekerjaan itu, maka Anda akan menemukan banyak sekali peluang-peluang usaha baru yang menanti tangan emas Anda.

4. Berani ambil risiko
Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap risiko yang akan diambil. Sebuah risiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan entrepreneur dengan manager. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan akan mengatur perusahaan yang telah maju.

5. Mintalah nasehat
Dapatkan pandangan lain dari orang lain. Tanyakan pada sang ahli. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan usaha pada fase itu.

6. Kerja keras dan etos kerja
Anda mungkin sering mendengar "Smart Work," tapi seorang entreprenuer tak hanya menggunakan cara cepat dan gampang. Dia harus bekerja keras. Pengusaha pemula harus mengerahkan segenap kemampuannya dalam memulai usaha. Bahkan saat tidur sekalipun pikirannya tetap bekerja mengumpulkan mimpi dan rencana-rencana kerja

7. Silaturahmi
Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.

8. Bertemanlah dengan kegagalan
Hadapi kegagalan dengan tangan terbuka. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak “mematikan." Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah! Kegagalan kecil dapat menjadi imunisasi bagi usaha anda. Anda takkan pernah melakukan persiapan penting jika tak pernah gagal sebelumnya. Saat Anda gagal, itu berarti Anda telah sukses menemukan sebuah solusi penanggulangannya.

9. Lakukan sekarang
Tunggu apa lagi? Lakukanlah sekarang juga. Bila Anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM ! Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok belum tentu milik kita. Kesempatan itu datangnya hanya sekali. Sekali anda melewatkan sedetik kesempatan, jangan harap dia akan terulang lagi di waktu sama.

SUMBER : http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/838-sembilan-jurus-jadi-pengusaha.html

RESEP NETWORKING YANG SUKSES


"Bukan apa yang Anda tahu, tetapi siapa yang Anda kenal." Demikian menurut pepatah lama, dan memang benar, bahwa dalam berbisnis, hubungan pribadi biasanya lebih penting daripada pengetahuan khusus. Sebenarnya mengenal orang yang tepat merupakan kunci meraih keberhasilan – dalam pemahaman secara tradisional yang lebih penting adalah ‘mengenali orang yang tepat’.

Coba pikirkan sejenak, mereka yang jam terbangnya tinggi telah mengalami berbagai macam cobaan krisis kapitalisme dalam 4 tahun terakhir ini. Selama ini mereka telah mempunyai hubungan relasi dengan orang yang tepat – setidaknya demikian menurut pikiran mereka. Merekalah yang menjadi bagian dalam pembentukan ini. Permasalahannya adalah mereka menjadi terpisah dari sebagian kita.

Hal ini yang menjadi tantangan bagi para pelaku networking. Tentunya bagaimana menjalin hubungan, ya, tetapi juga tentang menguji diri terhadap orang lain setiap saat, melontarkan gagasan-gagasan, bersikap tetap jujur, dalam pengertian yang sangat luas.

Apa itu networking dan kenapa kita melakukannya? Dalam konteks bisnis, yang dimaksudkan adalah melakukan interaksi sosial guna meraih keunggulan bersaing. Hal ini bukan merupakan sesuatu yang baru. Pada masyarakat Asia, tradisi yang berlaku bila Anda melakukan bisnis dengan seseorang, Anda membangun hubungan sosial terlebih dahulu, sering diiringi dengan saling bertukar hadiah.

Para Anglo-Saxon, hampir semuanya, berpikir mereka bisa melakukan bisnis transaksi tanpa basa-basi. Dan merekalah yang kemudian menyadari pentingnya networking pada akhir setengah abad yang lalu. Globalisasi telah melunturkan perbedaan-perbedaan budaya tradisional tersebut dan sekarang kita semua menjalin hubungan dengan semua yang ada. Tetapi hal yang luar biasa berkaitan dengan kehidupan masyarakat kini adalah kemampuan yang sangat besar bagi kita untuk berhubungan, baik melalui Twitter, Facebook, video conference atau apapun, tetap saja kita bisa merasa kesepian. Saat Anda mencapai satu level, Anda dapat memilih dengan siapa Anda ingin berbicara, siapa yang tidak termasuk, dan beroperasi dengan cara virtual dengan sangat luas. Networking Anda menjadi sangat selektif sehingga tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Jawabannya menurut saya adalah, Anda harus melakukan upaya ekstra untuk tetap saling berhubungan. Keluarlah dan lihat dunia dengan segala cara. Gunakan setiap media elektronik yang tersedia. Jalinlah semua hubungan sebisa Anda. Tapi jangan lupa untuk berbicara dengan orang-orang yang Anda kenal. Semua orang dari mana saja. Mereka memiliki ide-ide yang bagus dan dapat membantu Anda menjalin koneksi yang baik. Lebih daripada itu, mereka memberikan evaluasi kenyataan yang terbaik. Jika Anda ingin melihat apa akan terjadi tanpa melakukan evaluasi kenyataan, lihat saja bisnis perbankan, yang dulunya selalu berlandaskan pada hubungan pribadi, secara fundamental. Siapapun dan di manapun Anda beroperasi, Anda tidak dapat meminjam sejumlah uang tertentu tanpa pada suatu saat bertatap muka dan berjabatan tangan. Dulu – dan sekarang pun - interaksi fisik lebih meyakinkan kedua belah pihak.

Kini transaksi keuangan dalam jumlah besar dapat berlangsung tanpa harus adanya interaksi manusia. Dalam berbagai aspek hal ini jauh lebih baik – keseharian perbankan yang lebih mudah, lebih cepat dan lebih efisien. Tetapi jelas jauh dari sempurna. Menurut saya, transaksi perbankan harian yang tidak dilakukan secara personal lagi bukanlah salah satu alasan utama mengapa para pelaku perbankan mencari cara lain untuk lebih berhasil dalam mendapatkan keuntungan, tanpa adanya hubungan dengan melihat permasalahan harian dari orang-orang biasa. Terlalu banyak yang mulai memikirkan tentang ‘customer base’ tanpa gambaran mental dari pelanggan sebagai manusia – yang mereka bahkan tidak pernah temui. Mereka berfikir dalam bentuk abstrak, tentang nilai dari para pemegang saham, return on investment, produktivitas, efisiensi dan benchmarking. Kemudian, ketika mengalami permasalahan, mereka menjadi semakin terobsesi dengan keuntungan perusahaan. Mereka melupakan unsur manusianya. Mereka melakukan networking yang tepat akan selalu menghadirkan Anda di tengah orang-orang. Hal ini menjamin Anda dapat menyelesaikan masalah, mencari tahu apa yang diinginkan oleh para nasabah Anda, apa yang dapat dilakukan oleh staf Anda, apa yang dinikmati orang, apa yang membuat mereka menjadi yang terbaik.

Jadi apakah ada resep untuk networking yang sukses? Berikut tiga langkah penting untuk mewujudkannya:

1. Buka semua sarana networking sebisa Anda
Hal ini berarti turut serta pada setiap jenis social media, sehingga Anda dapat memaksimalkan koneksi Anda. Hal ini berarti melakukan perjalanan untuk mencari pangsa pasar baru, bertemu dengan calon-calon pelanggan baru dan bertukar pikiran dengan para pakar setempat. Ini berarti balik ke kantor Anda dan bercakap-cakap dengan staf, teman-teman dan juga keluarga Anda. Dan berarti membuka diri untuk bertemu secara santai saat hadir dalam konferensi, acara-acara sosial atau tempat-tempat umum. Tetapi ini hanya tahap eksplorasi, penjalinan hubungan.

2. Membangun hubungan. Bagaimana Anda memaksimalkan kesempatan untuk networking?
Seorang networker yang sukses harus dapat bersantai dan membujuk orang lain untuk melakukan hal yang sama. Anda tidak dapat melakukan hal tersebut jika terlalu bertekad untuk menjual sesuatu, atau memenangkan sebuah argumentasi. Baik untuk menjadi seorang yang terbuka, tetapi menjadi seorang yang licik atau dengan kesan memaksa akan membuat orang menjadi defensif. Hormatilah orang, dengarkan dan berikan mereka kesempatan untuk mengekspresikan diri. Pada akhirnya nanti, Anda tidak dapat berpura-pura – Anda harus sejujurnya berpandangan terbuka, secara tulus siap untuk mendengar dan belajar. Bersabar dan kesempatan pasti akan menghampiri Anda.

3. Menindaklanjuti
Memberikan seseorang kartu nama Anda tidak akan membujuk mereka untuk menindaklanjutinya. Jika Anda telah melihat adanya peluang bisnis, ini adalah saatnya Anda melakukan inisiatif. Ingat apa yang mereka minati, dan kirimkan mereka email. Tawarkan mereka sesuatu. Undang mereka untuk suatu acara. Jika ragu, carilah tahu tentang mereka. Networking mungkin jauh lebih rumit dari bagaimana dulunya, tetapi intinya tergantung pada interaksi pribadi dan semua yang mengalir dari sini – sopan santun, rasa hormat dan yang paling penting, Anda inginkan, kepercayaan. Jika Anda mencoba untuk tidak melakukan pendekatan secara pribadi, Anda hanya mencari permasalahan.

SUMBER :  http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/16746-resep-networking-yang-sukses.html

LAKUKAN HAL INI SEBELUM MEMULAI BISNIS


Menjadi seorang pengusaha kini menjadi cita-cita banyak orang. Sebagai pengusaha, Anda harus siap menghadapi berbagai permasalahan dalam mengembangkan bisnis. Untuk menjadi pengusaha sukses, setidaknya ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum memulai bisnis sendiri seperti dilansir Ehow.com:

1. Kembangkan ide untuk produk atau layanan yang sifatnya praktis, dapat menarik minat banyak orang, meningkatkan kualitas hidup konsumen, serta konsisten dengan prinsip-prinsip etika bisnis. Pastikan juga bisnis yang Anda mulai ini sesuai dengan kemampuan dan minat Anda, sehingga Anda akan selalu merasa bersemangat setiap kali bekerja.

2. Buat perencanaan mendetail untuk setiap ide bisnis Anda seandainya ingin dipresentasikan kepada penanam modal potensial. Tapi seandainya pun modal bisnis milik Anda sendiri, Anda tetap harus punya perencanaan matang sebelum terjun ke bidang tersebut.

3. Selalu jaga hubungan baik, tidak hanya kepada konsumen, tapi juga kepada para pegawai serta para pemasok. Tunjukkan sikap saling menghormati untuk kelancaran bisnis Anda ke depannya.

4. Jalin hubungan kerja dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan bidang bisnis Anda. Misalnya, Anda ingin membuka sebuah butik, Anda juga sebaiknya punya kenalan di bidang media, seperti majalah, yang bisa jadi sarana promosi.

5. Simpan semua data seputar pemasukan dan pengeluaran Anda, sehingga nantinya Anda bisa menghitung secara pasti berapa laba atau rugi yang Anda terima.

6. Hanya berutang jika Anda bisa membayarnya. Sebagai seorang pengusaha yang bertanggung jawab, Anda harus bisa mengembalikan utang tepat pada waktunya.

7. Lakukan riset kecil-kecilan mengenai siapa target market Anda. Saat akan mengembangkan perencanaan pemasaran, jangan lupakan konsep 4P, yaitu Price (harga), Promotion (promosi), Produc (produk), dan Place (tempat). (as)

Entri Populer